<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-25305282</id><updated>2011-07-28T05:06:39.818-07:00</updated><title type='text'>Selamat Datang - - Ahlan wa sahlan - -</title><subtitle type='html'>Blog tempat mencurahkan segala Perasaan.....
Blog tempat menuliskan apa yang perlu ditulis......
Blog tempat untuk Berda'wah......
Blog tempat untuk mempererat Silaturohim......</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://rofiq-inoenk4ever.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25305282/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rofiq-inoenk4ever.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>ainur rofiq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12171774174116815251</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>13</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25305282.post-846926032463378402</id><published>2008-08-06T00:14:00.000-07:00</published><updated>2008-08-06T00:20:44.070-07:00</updated><title type='text'>Alternative Blog</title><content type='html'>Berikut adalah link alternatif BLOG saya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://riepiq.in.ruangkopi.com"&gt;http://riepiq.in.ruangkopi.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih atas kunjungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wassalam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25305282-846926032463378402?l=rofiq-inoenk4ever.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://riepiq.in.ruangkopi.com' title='Alternative Blog'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rofiq-inoenk4ever.blogspot.com/feeds/846926032463378402/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25305282&amp;postID=846926032463378402' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25305282/posts/default/846926032463378402'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25305282/posts/default/846926032463378402'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rofiq-inoenk4ever.blogspot.com/2008/08/alternative-blog.html' title='Alternative Blog'/><author><name>ainur rofiq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12171774174116815251</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25305282.post-631419241444908930</id><published>2007-06-13T00:26:00.000-07:00</published><updated>2007-06-13T01:55:04.217-07:00</updated><title type='text'>Keluarga Baru</title><content type='html'>Alhamdulillah.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, pada tanggal 7 April 2007&lt;br /&gt;Saya, Ainur Rofiq bin Sofwan bin Kanipan, resmi menikah dengan *** ****** ******** binti ****** ******.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kami bisa membentuk keluarga sakinah mawaddah warohmah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aamiin...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25305282-631419241444908930?l=rofiq-inoenk4ever.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rofiq-inoenk4ever.blogspot.com/feeds/631419241444908930/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25305282&amp;postID=631419241444908930' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25305282/posts/default/631419241444908930'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25305282/posts/default/631419241444908930'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rofiq-inoenk4ever.blogspot.com/2007/06/keluarga-baru.html' title='Keluarga Baru'/><author><name>ainur rofiq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12171774174116815251</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25305282.post-115142362519392220</id><published>2006-06-27T08:52:00.000-07:00</published><updated>2006-06-27T08:53:45.656-07:00</updated><title type='text'>Tipe wanita yang disunnahkan untuk dilamar</title><content type='html'>&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Dalam melamar, seorang muslim dianjurkan untuk memperhatikan beberapa sifat  yang ada pada wanita yang akan dilamar, diantaranya: &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Wanita itu disunahkan seorang yang penuh cinta kasih. Maksudnya ia harus  selalu menjaga kecintaan terhadap suaminya, sementara sang suami pun memiliki  kecenderungan dan rasa cinta kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, ia juga harus  berusaha menjaga keridhaan suaminya, mengerjakan apa yang disukai suaminya,  menjadikan suaminya merasa tentram hidup dengannya, senang berbincang dan  berbagi kasih sayang dengannya. Dan hal itu jelas sejalan dengan firman Allah  Ta'ala,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan  untuk kalian istri-istri dari jenis kalian sendiri, supaya kalian cenderung dan  merasa tentram kepadanya. Dan Dia jadikan di antara kalian rasa kasih dan  saying. (ar-Ruum:21).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Disunahkan pula agar wanita yang dilamar itu seorang yang banyak memberikan  keturunan, karena ketenangan, kebahagiaan dan keharmonisan keluarga akan  terwujud dengan lahirnya anak-anak yang menjadi harapan setiap pasangan  suami-istri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkenaan dengan hal tersebut, Allah Ta'ala berfirman, &lt;br /&gt;Dan orang-orang yang berkata, 'Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami  istri-istri kami sebagai penyenang hati kami, dan jadikanlah kami imam bagi  orang-orang yang bertakwa'. (al-Furqan:74).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadits,  Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,&lt;br /&gt;Menikahlah dengan  wanita-wanita yang penuh cinta dan yang banyak melahirkan keturunan. Karena  sesungguhnya aku merasa bangga dengan banyaknya jumlah kalian pada hari kiamat  kelak. Demikian hadist yang diriwayatkan Abu Daud, Nasa'I, al-Hakim, dan ia  mengatakan, Hadits tersebut sanadnya shahih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Hendaknya wanita yang akan dinikahi itu seorang yang masih gadis dan masih  muda. Hal itu sebagaimana yang ditegaskan dalam kitab Shahihain dan juga  kiab-kitab lainnya dari hadits Jabir, bahwa Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam  pernah bertanya kepadanya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kamu menikahi seorang gadis atau  janda? dia menjawab,"Seorang janda."Lalu beliau bersabda, Mengapa kamu tidak  menikahi seorang gadis yang kamu dapat bercumbu dengannya dan ia pun dapat  mencumbuimu?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena seorang gadis akan mengantarkan pada tujian  pernikahan. Selain itu seorang gadis juga akan lebih menyenangkan dan  membahagiakan, lebih menarik untuk dinikmati akan berperilaku lebih  menyenangkan, lebih indah dan lebih menarik untuk dipandang, lebih lembut untuk  disentuh dan lebih mudah bagi suaminya untuk membentuk dan membimbing akhlaknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam sendiri telah bersabda, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaklah kalian menikahi wanita-wanita muda, karena mereka mempunyai  mulut yang lebih segar, mempunyai rahim yang lebih subur dan mempunyai cumbuan  yang lebih menghangatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian hadits yang diriwayatkan asy-Syirazi,  dari Basyrah bin Ashim dari ayahnya, dari kakeknya. Dalam kitab Shahih al_Jami'  ash_Shaghir, al-Albani mengatakan, "Hadits ini shahih."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Dianjurkan untuk tidak menikahi wanita yang masih termasuk keluarga dekat,  karena Imam Syafi'I pernah mengatakan, "Jika seseorang menikahi wanita dari  kalangan keluarganya sendiri, maka kemungkinan besar anaknnya mempunyai daya  piker yang lemah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Disunahkan bagi seorang muslim untuk menikahi wanita yang mempunyai silsilah  keturunan yang jelas dan terhormat, karena hal itu akan berpengaruh pada dirinya  dan juga anak keturunannnya. Berkenaan dengan hal tersebut, Rasulullah  Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita itu dinikahi karena empat  hal: karena hartanya, keturunannya, kecantikannya dan karena agamanya. Maka  pilihlah wanita yang taat beragama, niscahya kamu beruntung. (HR. Bukhari,  Muslim dan juga yang lainnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Hendaknya wanita yang akan dinikahi itu taat beragama dan berakhlak mulia.  Karena ketaatan menjalankan agama dan akhlaknya yang mulia akan menjadikannya  pembantu bagi suaminya dalam menjalankan agamanya, sekaligus akan menjadi  pendidik yang baik bagi anak-anaknya, akan dapat bergaul dengan keluarga  suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu ia juga akan senantiasa mentaati suaminya jika ia  akan menyuruh, ridha dan lapang dada jika suaminya memberi, serta menyenangkan  suaminya berhubungan atau melihatnnya. Wanita yang demikian adalah seperti yang  difirmankan Allah Ta'ala,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sebab itu, maka wanita-wanita yang shahih  adalah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminyatidak berada  di tempat, oleh karena Allah telah memelihara mereka". (an-Nisa:34). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan dalam sebuah hadits, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam  bersabda,&lt;br /&gt;"Dunia ini adalah kenikmatan, dan sebaik-baik kenikmatannya adalah  wanita shalihah". (HR. Muslim, Nasa'I dan Ibnu Majah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Selain itu, hendaklah wanita yang akan dinikahi adalah seorang yang cantik,  karena kecantikan akan menjadi dambaan setiap insan dan selalu diinginkan oleh  setiap orang yang akan menikah, dan kecantikan itu pula yang akan membantu  menjaga kesucian dan kehormatan. Dan hal itu telah disebutkan Rasulullah  Shallallahu Alaihi wa Sallam dalam hadits tentang hal-hal yang disukai dari kaum  wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecantikan itu bersifat relatif. Setiap orang mempunyai gambaran  tersendiri tentang kecantikan ini sesuai dengan selera dan keinginannya.  Sebagian orang ada yang melihat bahwa kecantikan itu terletak pada wanita yang  pendek, sementara sebagian yang lain memandang ada pada wanita yang tinggi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan sebagian lainnya memandang kecantikan terletak pada warna  kulit, baik coklat, putih, kuning dan sebagainya. Sebagian lain memandang bahwa  kecantikan itu terletak pada keindahan suara dan kelembutan ucapannya.  &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Demikianlah, yang jelas disunahkan bagi setiap orang untuk menikahi wanita  yang ia anggap cantik sehingga ia tidak tertarik dan tergoda pada wanita lain,  sehingga tercapailah tujuan pernikahan, yaitu kesucian dan kehormatan bagi  tiap-tiap pasangan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;--------&lt;br /&gt;Sumber: Fikih Keluarga, Syaikh Hasan Ayyub, Cetekan Pertama, Mei  2001, Pustaka Al-kautsar&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);font-size:130%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25305282-115142362519392220?l=rofiq-inoenk4ever.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rofiq-inoenk4ever.blogspot.com/feeds/115142362519392220/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25305282&amp;postID=115142362519392220' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25305282/posts/default/115142362519392220'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25305282/posts/default/115142362519392220'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rofiq-inoenk4ever.blogspot.com/2006/06/tipe-wanita-yang-disunnahkan-untuk.html' title='Tipe wanita yang disunnahkan untuk dilamar'/><author><name>ainur rofiq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12171774174116815251</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25305282.post-114986086938566571</id><published>2006-06-09T06:46:00.000-07:00</published><updated>2006-06-09T06:47:52.700-07:00</updated><title type='text'>Menuju Rumah Tangga Islami</title><content type='html'>Pernikahan adalah peletakan batu pertama untuk sebuah bangunan keluarga. Dan rumah tangga bahagia tidak mungkin tercipta melainkan harus ditegakkan di atas pilar-pilar yang mencakup beberapa unsur antara lain; ketenangan atau sakinah; saling mencintai; saling mengasihi dan menyayangi; dan saling melindungi. Seperti firman Allah yang artinya: "Dan di antara tanda-tanda kekuasaanNya ialah, dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antara kamu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir." (Ar Ruum 21)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila keluarga telah menegakkan nilai-nilai tersebut, maka tingkat rumah tangga yang ideal bisa tercapai dan cita-cita untuk menuju keluarga bahagia dan sakinah bisa terwujud. Jika sebuah keluarga dibangun dengan baik tentunya akan menyemai benih kehidupan rumah tangga dengan penuh kejujuran, kebersamaan, keterbukaan, saling pengertian, saling melengkapi, saling percaya dan saling membutuhkan; dan secara otomatis akan terbangun rasa cinta yang tulus, kemesraan dan tanggung jawab di antara anggota keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode Islam Dalam Membina Keluarga Bahagia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadilan dan pergaulan yang baik antara suami dan isteri adalah landasan utama untuk membentuk keluarga bahagia sejahtera. Untuk menegakkan tujuan mulia di atas seluruh anggota keluarga harus memperhatikan beberapa aspek di bawah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Aspek Pembinaan Suami dan Isteri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stabilitas rumah tangga merupakan tanggung jawab suami dan isteri. Dalam Islam seorang bapak bertugas untuk menjadi pemimpin, pembina dan pengendali keluarga dan roda rumah tangga, sebagaimana firman Allah yang artinya: "Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita) dan mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka". (An Nisa'- 34)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun ibu memiliki tugas yang lebih mulia yaitu merawat rumah beserta isinya dan mendidik anak serta menjaga segala amanat rumah tangga sehingga ibu laksana madrasah bagi anak-anaknya seperti yang dituturkan sebagian ahli syair:&lt;br /&gt;"Ibu bagaikan sekolahan, apabila engkau persiapkan dia, berarti engkau telah mempersiapkan suatu bangsa dengan dasar yang baik".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kedua orang tua yang baik merupakan modal utama untuk memben-tuk keluarga bahagia dan sejahtera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Aspek Keimanan Keluarga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiang peyangga utama rumah tangga adalah agama dan moral. Rumah tangga hendaknya bersih dari segala bentuk kesyirikan dan tradisi jahiliyah, serta semarak dengan aktifitas ibadah seperti salat, puasa, membaca Al-Qur'an dan berdzikir sehingga rumah terlihat hidup dan sehat secara jasmani dan rohani, sejalan dengan sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam :&lt;br /&gt;"Perumpamaan rumah yang di dalamnya ada dzikrullah, dan rumah yang tidak ada dzikrullah di dalamnya, ibarat orang hidup dan orang mati".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh anggota keluarga harus membiasakan berdo'a terlebih tatkala keluar dan masuk rumah dan do'a-do'a yang lain. Biasakan di dalam rumah untuk selalu membaca surat Al-Baqarah, karena itu bisa mengusir syaithan. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;"Janganlah jadikan rumah-rumah kalian sebagai kuburan! Sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibacakan di dalamnya surat Al Baqarah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Aspek Ilmu Agama Keluarga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendidik dan mengajarkan ilmu-ilmu agama kepada keluarga hukumnya wajib. Firman Allah, artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya menusia dan batu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam At-Thabari menyatakan bahwa ayat di atas mewajibkan kepada kita agar mengajari anak-anak dan keluarga kita tentang agama dan kebaikan serta apa-apa yang dipentingkan dalam persoalan adab dan etika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, artinya: "Tiga orang yang mendapat dua pahala; seorang dari ahli kitab yang beriman kepada nabinya dan kemudian beriman kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam ; seorang hamba sahaya yang mampu menunaikan hak Allah dan hak majikannya; dan seorang laki-laki yang mempunyai hamba sahaya perempuan lalu ia mendidiknya dengan baik, mengajarinya dengan baik, kemudian ia memerdeka-kannya lalu menikahinya maka baginya dua pahala, (HR. Al-Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih penting lagi mengajari wanita tentang ilmu agama di rumah-rumah seperti yang telah dilakukan Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam. Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallah 'anhu telah menuturkan bahwa pernah para wanita mengeluh kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dan mengatakan: "Kami telah dikalahkan kaum laki-laki dalam berkhidmat kepadamu, karena itu buatlah untuk kami suatu hari dari harimu." Maka beliaupun menyediakan waktu khusus untuk bertemu dengan mereka lalu beliau memberi nasehat dan memerintah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian pengadaan perpustakaan mini, tape rekorder dan audio visual serta mendatangkan ulama atau orang saleh ke rumah merupakan langkah yang tepat untuk meningkatkan ilmu pengetahuan keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Aspek Ibadah dan Moral&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aspek ibadah yang terpenting adalah shalat, baik shalat fadhu ataupun sunnah. Laki-laki hendaknya membiasakan shalat di Masjid dan perempuan dianjurkan shalat di rumah. Shalat sunnah bagi semuanya lebih utama dilakukan di rumah berdasarkan sabda Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam :&lt;br /&gt;"Sebaik-baik shalat laki-laki adalah di rumahnya, kecuali shalat fardhu". (H.R Abu Daud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun aspek moral, hendaknya semua anggota keluarga menghiasi prilaku masing-masing dengan akhlaqul karimah dan adab yang mulia., seperti makan dengan tangan kanan, masuk rumah orang lain dengan izin, menghargai tetangga, menghormati tamu, melarang anak masuk ke kamar tidur bapak atau ibu tanpa izin khususnya waktu sebelum subuh, waktu tidur malam dan setelah shalat isya; mengintip rumah orang lain dan adab-adab terpuji lainnya. Dan sebisa mungkin menyingkirkan seluruh akhlaq tercela seperti berbohong, menipu, marah, menggunjing, ingkar janji dan semisalnya. Latihlah keluarga anda untuk selalu qana'ah dan rela terhadap pembagian Allah, mencintai dan dekat terhadap orang-orang miskin, senang bersilaturrahmi, hanya mengharap ridha Allah, dan berkata benar walapun dirasa pahit dan penuh resiko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Aspek Sosial dan Lingkungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar kehidupan sosial keluarga memiliki hubungan harmonis, maka sebaiknya setiap anggota keluarga diberi kesempatan untuk mendiskusikan setiap masalah dan problem keluarga secara transparan dan terbuka sehingga seluruh masalah bisa terpecahkan sebaik mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang tua sebaiknya tidak menampakkan konflik intern di hadapan anak-anak dan semaksimal mungkin merahasikan konflik yang terjadi, agar anak tidak terbebani secara mental , apalagi konflik tersebut membentuk kubu di antara anak-anak. Rumah juga harus diamankan agar tidak dimasuki orang-orang jahat dan orang fasik, sehingga anggota keluarga terbebas dari pengaruh kejahatan. Dan rumah harus kita selamatkan dari pengaruh media (televisi, koran, majalah dan lain-lain) yang merusak iman dan akhlaq, karena media itu lebih cepat memberi dampak negatif kepada keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Akhlaq Bergaul&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Mentradisikan Pergaulan Yang Baik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Menumbuhkan sikap ramah dan santun.&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Jika Allah menghendaki kebaikan kepada suatu keluarga maka Ia anugerahkan atas mereka sifat ramah lagi santun".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Tolong Menolong dalam Menyele-saikan Pekerjaan Rumah&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menjahit baju, memperbaiki sandal dan mengerjakan pekerjaan lain dengan tangan sendiri, seperti yang telah dituturkan oleh Aisyah: "Sesungguhnya beliau adalah manusia di antara sekalian manusia, membersihkan bajunya, memerah susu kambingnya dan melayani dirinya". (HR. Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Bersikap Lembut dan Bercanda dengan Keluarga&lt;br /&gt;Bersikap lembut kepada isteri dan anak adalah salah satu faktor yang mampu menumbuhkan iklim yang sejuk dan hubungan yang mesra di tengah-tengah keluarga. Karena itu Rasulallah menasehati Jabir agar mencari jodoh yang gadis dan beliau bersabda:&lt;br /&gt;"Kenapa tidak engkau pilih gadis sehingga engkau bisa mencandainya dan dia mencandaimu, dan engkau bisa membuatnya tertawa dan dia membuatmu tertawa".&lt;br /&gt;Sangat banyak riwayat dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bahwa beliau bercanda seperti beliau pernah bercanda dengan isterinya dikala mandi, dengan anak-anak kecil dan cucu-cucunya. Bahkan tatkala ada orang baduwi yang bernama Aqra' berkata: "Saya mempunyai sepuluh anak, saya tidak pernah mencium seorangpun dari mereka". Maka Rasulullah melihat kepadanya dan bersabda:"Barangsiapa yang tidak mengasihi, maka ia tidak dikasihi. (HR. Al-Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Menyingkirkan Akhlaq Buruk dari Rumah&lt;br /&gt;Segala sifat buruk dan tercela seperti dusta, menggunjing, mengadu domba atau semacamnya yang terjadi dalam rumah harus disingkirkan dan dibasmi. Dan untuk memberantas sifat buruk itu dibutuhkan kesabaran dan ketulusan karena sifat buruk itu cenderung muncul di tengah keluarga, terlebih bila lingkungan sekitar rumah rusak dan kurang Islami. Aisyah berkata: "Sesungguhnya apabila mengetahui salah satu dari anggota keluarganya berdusta, maka beliau terus berpaling darinya sehingga ia menyatakan bertaubat". (HR. Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian sekilas percikan nasehat menuju pembentukan rumah tangga yang islami. (Zaenal Abidin)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber referensi:&lt;br /&gt;1. Manhajut Tarbiyah An Nabawiyah lit Tifli, Muhammad Nur bin Abdul Hamid Suwaid.&lt;br /&gt;2. 40 Nasehat Memperbaiki Rumah Tangga, Muhammad bin Saleh Al-Mun ajjid.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25305282-114986086938566571?l=rofiq-inoenk4ever.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rofiq-inoenk4ever.blogspot.com/feeds/114986086938566571/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25305282&amp;postID=114986086938566571' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25305282/posts/default/114986086938566571'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25305282/posts/default/114986086938566571'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rofiq-inoenk4ever.blogspot.com/2006/06/menuju-rumah-tangga-islami.html' title='Menuju Rumah Tangga Islami'/><author><name>ainur rofiq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12171774174116815251</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25305282.post-114986058460482578</id><published>2006-06-09T06:41:00.000-07:00</published><updated>2006-06-09T06:43:04.623-07:00</updated><title type='text'>Istriku Maafkan, Suamimu!</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Permintaan maaf adalah kata yang selayaknya sering diucapkan  untuk melanggengkan hubungan suami isteri, sehingga bahtera rumah tangga  berhasil mencapai tujuan. "Duhai sayang, maafkan saya"... "Aku tiada bermaksud  demikian"... "Aku telah salah dalam memberikan hakmu" ... adalah  ungkapan-ungkapan yang sering kita gunakan tetapi memiliki satu makna, yaitu  meminta maaf yang merupakan terminal yang pasti akan kita lalui dalam  melanggengkan kehidupan suami istri dari keruntuhan dan kehancuran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya suami isteri secara bersama, masing-masing memiliki saham  dalam keberhasilan dan kebaha-giaan keluarganya, lalu kenapa salah seorang di  antara mereka berdua memunculkan kalimat "kebencian" pada saat muncul masalah!!!  Andai salah seorang dari mereka berdua berbuat salah, lalu ia meminta maaf  kepada pasangannya, apakah hal ini akan menghinakan dirinya? Jika seperti itu  sikap suami isteri, tentulah kehi-dupan mereka akan mengalami satu dari dua hal:  mungkin akan langgeng rumah tangganya tetapi kurang harmonis dan banyak  perselisihan, dan mungkin juga akan berujung kepada hancurnya kehidupan suami  isteri, cerai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan suami isteri itu ibarat sebuah kapal yang  sedang berlayar, padanya ada nahkoda dan awak kapal. Semua yang ada di dalam  kapal itu bahu-membahu berusaha menyelamat kan kapal yang mereka tumpangi pada  saat saat kapal ditimpa badai agar semu anya selamat dan sampai ke "pulau  idaman".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga halnya suami, Allah menjadikannya sebagai  pemimpin bahtera rumah tangga, pelindung, dan pengayom bagi keluarga,  bertanggung jawab atas kehidupan mereka. Kepe-mimpinan yang diembannya itu  adalah tugas,bukan intimidasi atas kesewe-nang-wenangan. Maka suami yang baik  adalah orang yang memahami kebutuhan dan perasaan isterinya, dan menjadikan  tampuk kepemimpinannya penuh dengan kasih sayang, kesejukan dan kedewasaan,  tidak mudah emosi, namun tetap tegas pada saat harus bersikap tegas !!! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, sebagian suami yang meremehkan tugas ini memahami, bahwa  meminta maaf kepada istri akan menghinakan dirinya sebagai laki-laki, bahkan ia  berpendirian bahwa kemu-liaannya tidak membolehkan dirinya untuk mengucapkan  kalimat "Istriku, maafkan aku, aku salah" kepada isteri-nya, bagaimanapun  keadaannya. !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, keegoannya terus ia pertahankan dan istri selalu  diposisikan “bersalah”, ia tidak pernah meminta maaf kepadanya, yang kemudian  menyeretnya kepada kehancuran rumah tangga dan kalimat "cerai" pun tak  terhindarkan, padahal sangat mungkin rumah tangga itu bisa dilang-gengkan dengan  ucapan "maafkan suamimu, sayang".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ketika “Rasa Gengsi” Ikut  Campur&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang istri pernah menceritakan tentang pengalamannya: &lt;br /&gt;Dahulu, kehidupanku bersama suamiku demikian bahagia. Akan tetapi itu semua  berubah ketika terjadi beberapa percekcokan tentang urusan rumah. Waktu itu aku  tinggal bersama di rumah mertuaku, maka aku memutuskan untuk pindah dan keluar  dari rumah mertuaku, walaupun sendirian. Suamiku menolak rencanaku dan  menjelaskan, bahwa ia suatu hari nanti akan bisa memiliki rumah sendiri. Dan  terkadang suamiku memberi alasan tidak bisa meninggalkan ibunya, dan lain-lain,  sampai suatu hari, terjadilah perselisihan antara aku dengan suamiku. Aku  memutuskan untuk pergi meninggalkan rumah mertuaku dan kembali ke rumah orang  tuaku, dan aku katakan, jangan menjenguk atau menjemputku sebelum engkau  memiliki rumah sendiri. Maka, aku dan suamiku pun sama-sama bersikukuh dengan  pendirian masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sungguh aku pun akhirnya menyesali  perbuatanku. Akan tetapi aku ingin mengetahui sejauh mana kedudukanku di sisi  suamiku. Ternyata, suamiku bersikukuh tidak mau memaafkanku dan tidak berusaha  meredakan suasana. Ia mengatakan, "Bertobatlah kepada Allah, dan kembalilah ke  rumah ini, jika kamu tidak mau tobat, maka cukup bagiku untuk menceraikanmu.  Demikianlah kepribadian kebanyakan suami, dan sangat sedikit yang bersikap  dewasa. Bahkan di antara mereka ada yang sampai tidak mau mengasihi dan  menyayangi isterinya, walaupun hanya dengan satu kata yang dicintai isterinya  apalagi sampai mau memaafkan isterinya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang istri lagi  menuturkan: "Para suami kita, sangat disayangkan sekali, mereka sangat mudah  meng-ungkapkan kata-katanya kepada kita, kecuali "ungkapan maaf", bagaimana pun  keadaannya. Suamiku sangat temperamental, tabiatnya keras dalam mempergauliku.  Ia selalu mengucapkan ungkapan-ungkapan kasar kepadaku, bahkan ia pun pernah  memukulku. Dan aku tetap bersabar sekalipun aku dalam posisi yang benar. Tetapi  suamiku tidak mau mengubah pendiriannya sampai akhirnya aku yang meminta maaf  kepadanya, baik yang salah adalah aku ataupun sebaliknya. Dengan berlalunya  waktu sekian tahun, sikap suamiku kepadaku bertambah jelek, hingga memupus  kesabaranku. Setelah terjadi perselisihan antara aku dan suamiku, aku memutuskan  untuk pulang ke rumah orang tuaku. Aku menunggu, semoga suamiku mau datang dan  meminta maaf atas perilakunya selama ini atau barangkali ia mau menelponku. Akan  tetapi ia tidak melakukan itu semua, sampai aku mendengar tentang dirinya, ia  merasa selama ini bersalah, kini menyesal atas perbuatannya yang telah  menzhalimi aku. Akan tetapi, ia tidak mau meminta maaf kepadaku, karena  keegoisan dan kegengsiannya serta merasa menjadi hina dengan hal itu. Hingga  terjadilah cerai atas permintaanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun kisah Abu Khalid, ia  mengatakan, "Habis sudah kehidupan ku bersama isteriku, padahal aku  men-cintainya, akan tetapi dengan sebab ketidakharmonisan, dan aku enggan  meminta maaf kepadanya, hingga akhirnya aku menerlantarkan anak-anakku hidup  tanpa ibu.&lt;br /&gt;Masalahnya adalah, bahwa isteriku adalah karyawati. Maka, aku  katakan padanya berkali-kali untuk meninggal kan pekerjaannya dan berkonsentrasi  mengurus anak-anak. Akan tetapi isteriku menolak membicarakan masalah itu. Dan  ketika aku larang dia berangkat ke kantor, terjadilah per-selisihan antara aku  dengan dia. Dan aku terpeleset salah dalam berkata, aku mengatainya agak lama,  maka ia pun pergi pulang ke rumah orang tuanya. Maka, ia pun mengingatkan agar  aku meminta maaf dan mengetahui kesala-hanku ketika mengatai dirinya. Akan  tetapi aku menjadi sombong dan aku pun menceraikannya hanya untuk mempertahankan  harga diriku sebagai laki-laki. Kini aku benar-benar menye-sal dengan penuh  penyesalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Terapi Jiwa Adalah Solusinya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Najwa  Ibrahim, seorang Guru besar Psikologi menjelaskan, bahwa pendidikan dan latar  belakang hidup seseorang bisa berdampak sangat penting dalam cepatnya dia  meminta maaf atau tidak. Beliau berkata, di antara sebab-sebabnya adalah sebagai  berikut: &lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Metode pendidikan yang telah memberi pengaruh kepadanya  sehingga dia begitu sulit meminta maaf atau mengungkapkan kata "maaf" . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Diantara metode ini adalah metode yang ditanamkan kepada kita  ketika kecil dalam meminta maaf, baik suka atau tidak. Meminta maaf dikaitkan  dengan emosi dan dari pihak yang kalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Pandangan atau keyakinan yang tidak rasional yang tertanam  didalam fikiran kita dan begitu besar dampaknya adalah "bahwa laki-laki tidak  boleh meminta maaf kepada perempuan";&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Anggapan, orang yang meminta maaf itu lemah  kepribadiannya.&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p align="justify"&gt;Maka, sudah semestinya seorang suami atau isteri merasa, bahwa  ketika perilakunya menimbulkan kemarahan atau melukai perasaan pasangannya,  ungkapan "maaf" lah yang bisa menghilangkan "ketersinggungan hati dan mencairkan  ketegangan". Meminta maaf pada saat yang tepat juga bisa menghilangkan banyak  hal yang bisa merusak hubungan suami isteri, andai tidak segera dieliminir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Meminta Maaf Adalah Sifat Jantan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Muhammad Musthafa,  Guru Besar psikologi dan sosiologi Univ. Malik Su'ud, mengatakan bahwa meminta  maaf adalah merupakan wujud sifat jantan dari seorang suami atau siapapun yang  berbuat salah. Meminta maaf bukan sifat yang dimiliki oleh orang yang lemah,  sebagaimana persangkaan sebagian orang, di mana mereka mengatakan:&lt;br /&gt;Semua  orang pernah berbuat salah, namun sedikit orang yang jantan meminta maaf dari  kesalahannya kepada orang lain. Apalagi jika yang dimintai maaf itu adalah  isterinya. Sebab, setiap suami berbeda-beda cara dan tabiatnya. Sebagian meminta  maaf dengan cara tidak langsung akan tetapi mencapai tujuan dan sebagian  meng-hindar dari masalah yang ia alami karena demi masa depan dan kejiwaan  anak-anaknya yang akan hancur bila mereka berpisah. Ada sebahagian suami yang  berlebih-lebihan, ia menolak meminta maaf karena gengsi dan egois, padahal para  pakar psikososial menyatakan bahwa meminta maaf bukanlah hal yang jelek. Maka,  meminta maaf adalah sesuatu yang mesti dilakukan, dan bagi orang yang bersalah  lebih ditekankan lagi. Apabila seseorang berbuat salah, maka tidak ada yang  layak baginya selain meminta maaf.&lt;br /&gt;Orang yang bersikukuh menolak meminta  maaf kepada pasangannya dengan alasan akan mengurangi kehormatannya, maka orang  yang demikian terkena penyakit jiwa. Sebab, diantara sifat kemuliaan adalah  meminta maaf ketika berbuat salah kepada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ada Apa Dengan  Sifat Laki-Laki&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat kejantanan mengarahkan seseorang untuk meminta  maaf jika berbuat salah kepada isterinya atau kepada orang lain. Sebab jantan  berarti jujur dan luhurnya budi pekerti. Di saat seorang suami meminta maaf,  maka ia tidak jatuh di mata isterinya atau akan jatuh harga dirinya sebagaimana  gambaran sebagian suami. Bahkan itu akan mengangkat kedudukannya di mata  isterinya; sebab itu akan menjadi pelajaran dalam amanah dan keluhuran budi dan  kehormatan itu sendiri. Maka, meminta maaf bukan merupakan kelemahan, bahkan  kelemahan itu sendiri adalah seseorang menyembunyikan kesalahannya dan  berlindung dibalik kesombongan dan bersikukuh dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan banyak  problem suami isteri diawali dengan adanya kesombongan sang suami dan enggan  untuk meminta maaf kepada isterinya ketika ia mema-rahi sang isteri. Maka, sudah  semesti-nya para suami ingat, bahwa dengan ia meminta maaf atas kesalahan kepada  isterinya, akan bisa mengembalikan "air" ke dalam alirannya, mengemba-likan  perasaan romatis, merekahnya kecintaan di antara kalian berdua, walaupun sifat  kelaki-lakianmu merasa enggan untuk itu.&lt;br /&gt;Mintalah maaf kepada istrimu atas  kesalahan dan kelalaianmu, wahai para suami! Walau tidak kau sampaikan secara  langsung. Sebab dengan itu rumah tangga akan menjadi damai, sejahtera dan  harmonis. Semoga!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Sumber: Majalah ad Dakwah, dengan beberapa  pengurangan sub bab dan kalimat.&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;(Abu Muhammad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25305282-114986058460482578?l=rofiq-inoenk4ever.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rofiq-inoenk4ever.blogspot.com/feeds/114986058460482578/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25305282&amp;postID=114986058460482578' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25305282/posts/default/114986058460482578'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25305282/posts/default/114986058460482578'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rofiq-inoenk4ever.blogspot.com/2006/06/istriku-maafkan-suamimu.html' title='Istriku Maafkan, Suamimu!'/><author><name>ainur rofiq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12171774174116815251</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25305282.post-114822159296787506</id><published>2006-05-21T07:08:00.000-07:00</published><updated>2006-05-21T07:26:33.026-07:00</updated><title type='text'>Alhamdulillah.......</title><content type='html'>#1 Jengkel ::.&lt;br /&gt;Hari Rabu Pagi, tepatnya pada saat saya bolos kuliah Keprofesian, komputer saya mengalami depresi berat. Dia Error waktu ku-install Linux Slackware. lebih dari 8 kali kucoba untuk meng-install lagi...lagi dan lagi.... tetapi tak kunjung berhasil. Bahkan tidak bisa masuk Windows lagi (karena MBR-nya rusak).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#2 Titik Terang&lt;br /&gt;Kamis Siang, dengan bantuan teman saya dari Prolab, MBR bisa kembali normal, dan bisa masuk Windows. Alhamdulillah.......akhirnya saya mencoba burn CD slacware yang baru. Langkah demi langkah saya lalui.....dan akhirnya.....&lt;br /&gt;Alhamdulillah, Llinux Slackware terinstall dengan sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#3 Muncul masalah baru&lt;br /&gt;Setelah semua proses instalasi berhasil, kini waktunya setting jaringan. Setting punya setting, ternyata tetap gak bisa konek ke DNS-nya. Entah kenapa ? kucari tahu ke lab jarkom, dan ke lab2 yang lain, ternyata mengalami kasus yang sama. Gara2 itu juga, setting VPN Error juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#4 Tanya ke Pakar&lt;br /&gt;Setelah putus asa, akhirnya saya tanya ke temen satu kost(master of Unix). Dengan santainya dia menjawab : "oh iya.... sekarang DNS di Linux diganti dengan yang baru.". waks !! Meskipun agak kaget, tapi Alhamdulillah saya dapat informasinya. Tapi VPn ? masih error&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#5 Mendatangkan personil Asisten Jarkom&lt;br /&gt;Karena dah pusing banget, akhirnya saya mendatangkan salah satu asisten jarkom untuk setting VPN, dan ternyata gagal juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#6 Kebenaran telah terkuak&lt;br /&gt;Setelah semua usaha gagal, secara tidak sengaja terbuka file khusus untuk setting VPN. Saya bandingkan dengan file defaultnya. Dan tahu apa yang terjadi....?? Ketika saya amati, kok ada yang aneh...??? dan ternyata...............&lt;br /&gt;ternyata......................................................................................................&lt;br /&gt;Penyebab erornya VPN adalah : secara tidak sengaja ada satu huruf di file tersebut yang saya hapus. wakakakakakakakakakakakak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Astaghfirulloh....ternyata : sebuah kelalaian kecil bisa menyebabkan suatu masalah yang besar..........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#7 Final&lt;br /&gt;Alhamdulillah, setelah semuanya itu diperbaiki, akhirnya bisa jalanlah VPN dan jaringan di slackware saya. Alhamdulillah............&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup Slackware !!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;= = = = = = = = Mantabz = = = = = = = = =&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25305282-114822159296787506?l=rofiq-inoenk4ever.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rofiq-inoenk4ever.blogspot.com/feeds/114822159296787506/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25305282&amp;postID=114822159296787506' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25305282/posts/default/114822159296787506'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25305282/posts/default/114822159296787506'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rofiq-inoenk4ever.blogspot.com/2006/05/alhamdulillah.html' title='Alhamdulillah.......'/><author><name>ainur rofiq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12171774174116815251</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25305282.post-114810346175608260</id><published>2006-05-19T22:30:00.000-07:00</published><updated>2006-05-19T22:37:41.770-07:00</updated><title type='text'>Di saat hati ini gundah gulana.........</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hidup di dunia......sebentar saja..........sekedar mampir...............sekejap mata......... &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;hmmmm hidup kita hanya sebentar di dunia ini. Tapi, godaan dan gangguan selalu saja ada. Tak pernah henti2-nya syaiton berusaha menggoda iman kita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Terkadang gw muak dengan diri ini !! Terkadang saya tahu.....bahwa apa yang kulakukan adalah salah, dan tidak seharusnya kulakukan !! Hati ini sebenarnya bisa berteriak, dan berucap "Rofiq....., Hentikan !!!!"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Namun, saya masih tetap terbuai oleh kenikmatan atas apa yang kulakukan itu. Waktu terbuang sia2 !!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Saya tidak ingin seperti itu !! Saya ingin berubah !!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ya Alloh..........berikanlah saya ke-Istiqomahan.............&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Alloohu Akbar !!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;- curahan hati 20 Mei 2006, jam 1/2 satu siang, pada saat gw di commonlabz....&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25305282-114810346175608260?l=rofiq-inoenk4ever.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rofiq-inoenk4ever.blogspot.com/feeds/114810346175608260/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25305282&amp;postID=114810346175608260' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25305282/posts/default/114810346175608260'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25305282/posts/default/114810346175608260'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rofiq-inoenk4ever.blogspot.com/2006/05/di-saat-hati-ini-gundah-gulana.html' title='Di saat hati ini gundah gulana.........'/><author><name>ainur rofiq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12171774174116815251</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25305282.post-114735466935703691</id><published>2006-05-11T06:33:00.000-07:00</published><updated>2006-05-11T06:37:49.366-07:00</updated><title type='text'>Memasuki Awal Kehidupan Berumah Tangga</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Menika&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;h merupakan sunnah para nabi dan para rasul, disamping sebagai salah satu tand&lt;/span&gt;a-tanda kekuasaan dan karunia nikmat dari Allah. Melalui pernikahan, manusia yang berpasangan laki dan perempuan akan memulai menjalani kehidupan baru, yaitu k&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;ehidupan rumah tangga, yang menjadi dambaan setiap manusia di muka bumi ini. De&lt;/span&gt;mikian ini sudah sunnatullah, yang merupakan siklus kehidupannya sebelum semuanya berakhir, yaitu mendapatkan keturunan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Di hadapan sepasang suami-istri ter&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;sebut membentang berbagai permasalahan yang harus dihadapi bersama. Permasalahan di dalam keluarga sangatlah kompleks dan saling berkaitan, antar&lt;/span&gt;a satu dengan lainnya. Tidak hanya dari segi syari'at, dunia kesehatanpun akan dihadapinya serta akan mempengaruhi bagaimana syariat itu dijalaninya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bagi para calon &lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;pasangan yang akan memasuki bahtera rumah tangga, juga bagi mereka yang memulai menapaki kehidupan baru, perlu sedikit mengetahui beberapa hal berkait&lt;/span&gt;an dengan celah-celah kesehatan yang akan mewarnai kehidupannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1 Pasca Menikah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Setelah prosesi pernikahan, pasangan baru yang biasa disebut pengantin baru, akan se&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;lalu mendapatkan perasaan yang penuh suka cita. Mungkin, masa inilah puncak keindahan dan dambaan setiap insan, baik laki- laki maupun wanita.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Di balik rasa kegembiraan ini, tidak sedikit keluhan yang dialami pasangan baru. Selain harus beradaptasi dalam hal kepribadian masing-masing, masalah kesehatan hampir sel&lt;/span&gt;alu terjadi pada awal kehidupan barunya. Secara fisik, keluhan sering terjadi pada pihak wanita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Beberapa hari, bahkan sampai beberapa bulan setelah menikah, sang istri yang sebelumnya masih perawan atau gadis, biasa akan mengeluh sakit di daerah farji, kemudian berlanjut &lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;mengeluh nyeri saat buang air kecil. Terkadang mengalami kesulitan buang air kecil. Lebi&lt;/span&gt;h lanjut, bisa beresiko terkena infeksi saluran kencing, terutama mereka yang sebelumnya pernah mengidap penyakit ini. Tak ketinggalan nyeri pinggang dan punggung akan menyertai hari-hari baru sang istri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dengan berjalannya waktu, keluhan-keluhan tersebut bisa menghilang dengan sendirinya. Apabila sakit pada saat berkemih maupun nyeri di daerah farji terus-menerus, s&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;angat dibutuhkan pengertian dan keikhlasan dari sang suami, yakni untuk sementara tid&lt;/span&gt;ak melakukan sanggama, sampai rasa nyeri itu hilang. Jika kondisi istri masih sakit, namun tetap dipaksakan untuk berjima' meskipun semuanya ridha justru tak akan mendapatkan kenikmatan yang sempurna, serta bisa menyebabkan sakit sang istri akan bertambah parah. Bila keluhan nyeri tidak berkuran&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;g atau hilang, sebaiknya segera diantisipasi. Obat-obat analgetik bisa meredakan nyeri tersebut. Bila perlu diberi antibiotic, bila terjadi infeksi di saluran kencing dan daerah&lt;/span&gt; farji.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ada lagi penyakit yang tiba-tiba datang pada saat pengantin baru ini, yaitu gastritis akut. Dikenal dengan penyakit maag. Hal ini disebabkan istri sering terlambat maka&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;n, lantaran selalu menunggu sang suami tercinta datang dari mencari nafkah untuk bisa makan berdua. Untuk mencegah datangnya penyakit maag ini, sebaiknya makan tepat waktu, atau saat perut sudah merasa lapar. Kalau menghendaki makan bersama suami, makanlah dengan porsi sedikit lebih dahulu, atau makan camil&lt;/span&gt;an untuk mengusir rasa lapar tersebut, kemudian bisa diulangi lagi pada saat suami datang. Hati-hati bagi mereka yang sebelumnya sudah terkena penyakit ini, sebaiknya lebih dijaga supaya penyakit tersebut tidak lebih parah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Selain pihak istri, sang suami pun setelah menikah terkadang mengalami kecemasan berl&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;ebihan. Ini biasa terjadi pada mereka yang mengalami ejakulatio dini (keluar mani le&lt;/span&gt;bih awal). Hal ini tidaklah perlu dikhawatirkan, karena kondisi tersebut masih dalam keadaan normal sebagai pengantin baru.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2 Menghadapi Kehamilan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Seorang w&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;anita yang sudah bertekad untuk menikah, jauh-jauh sebelumnya harus mempunyai wacana bahwa pasca menikah akan ada hasil cinta kasih bersama suami, y&lt;/span&gt;aitu kehamilan yang merupakan takdir dan kehendak Ilahi. Dengan siap untuk hamil, maka secara psikis, kehamilan bisa dihadapi dengan hati ikhlas dan ketenangan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kehamilan pertama akan selalu dinanti dan diharapkan oleh setiap pasangan baru. Namun&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt; demikian penantian dan harapan janganlah disikapi terlalu berlebihan. Berserah diri kepada sang Pencipta itu lebih baik dalam mengharap kehamilan pertama&lt;/span&gt; ini, karena berkaitan juga dengan masalah takdir Allah, dengan tetap selalu melakukan ikhtiar. Sehingga pasangan yang belum diberi karunia anak tidak akan merasa cemas yang berlebihan (anxietas). Kecemasan ini, secara psikis bisa menjadi pemicu terjadinya konflik hubungan suami-istri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Setelah dinyatakan istri hamil, maka kegembiraan akan terpancar dari pasangan baru ini, dan akan disambut juga oleh keluarga serta kerabat lainnya. Masa hamil muda atau masa men&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;gidam akan dilalui- nya, biasa berlangsung sampai 4 bulan. Namun tak semua wanita hamil muda mengalami masa ini. Mual dan muntah biasa mengiringi ibu hamil &lt;/span&gt;muda. Terkadang sampai berlebihan (hiperemesis gravidarum}, sehingga istri mengalami kekurangan cairan atau dehidrasi, yang bisa berakibat lebih buruk terhadap kesehatan dan perkembangan bayinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hadapilah masa ini dengan banyak istirahat. Atasi mual muntah dengan obat-obat anti mual &lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;atas resep dokter. Jangan minum sembarang obat anti mual. Usahakan agar selalu minum untuk mencegah dehidrasi dan lemas di tubuh. Dianjurkan menkonsums&lt;/span&gt;i multivitamin, supaya tubuh tidak terlalu lemas. Bila istri mengidam, sangat dibutuhkan kesabaran suami, dan bersikap bijaksana, misalnya dengan memberikan makanan atau minuman yang disukai istri. Namun demikian, si istri pun harus bijaksana dan mengerti, untuk tidak selalu merepotkan dan menyibukkan suami gara-gara mengidam ini, sehingga pekerjaan utama mencari nafkah terabaikan, terlebih lagi dengan kondisi ekonomi yang pas-pasan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pada masa mengidam, sebaiknya mengurangi frekuwensi senggama untuk menghindari bertambah lemahnya kondisi istri. Tetapi, jika memungkinkan bisa dilakukan dengan hati-hati.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Saat kehamilan ini, perlu perhatikan beberapa penyakit yang kadang-kadang singgah. Di antara&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;nya batuk-batuk, sakit kepala, gatal-gatal di kulit, selesma, gangguan kencing, nyeri pinggang bawah serta tulang belakang, nyeri perut bagian bawah dan lain-&lt;/span&gt;lain. Penyakit ini hanya ringan, kadang hilang dengan sendirinya seiring bertambahnya usia kehamilan. Namun, apabila penyakit tersebut memperburuk kondisi, sebaiknya berkonsultasi ke bidan atau dokter.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Semakin tua masa kehamilan, kondisi fisik istri akan kembali pulih. Sebaiknya periksa kehamilan secara teratur untuk mengetahui kondisi ibu dan janin dalam keadaan baik dan&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt; sehat. Juga perlu diperhatikan, bahwa berjima' pada saat sang istri hamil besar dan menje&lt;/span&gt;lang saat melahirkan, akan kurang baik bagi kondisi ibu. Seperti halnya hamil muda. Bila terpaksa harus melakukan berjima', maka dilakukan dengan hati-hati, dan sang istri tetap tidak dalam keadaan keletihan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3 Menyambut Kehadiran Si Buah Hati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sebelum si buah hati hadir di hadapan ayah dan ibunya, sudah tentu istri harus menjalani proses persalinan. Hadapilah persalinan ini dengan tawakal dan ridha kepada Allah. Rasa sakit saat melahirkan dan ikhlas menerimanya, harus sudah dicamkan jauh-jauh sebelum- nya, sehingga secara mental istri sudah siap menjalaninya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tidaklah sedikit kaum ibu, setelah melahirkan kadang mengalami kebingungan atau mengalami depresi sesaat. Hal ini disebabkan proses persalinan yang menimbulkan stre&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;s dan kelelahan berkepanjangan. Apalagi kelelahan ini berlanjut, karena harus m&lt;/span&gt;erawat si kecil atau karena menyusui.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kadang-kadang, bayi yang baru lahir membuat sang ibu bertambah lelah, karena kelakuan bayi. Misalnya sering menangis atau rewel, sehingga kesempatan untuk beristirahat tidak a&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;da sama sekali. Bayi rewel atau sering menangis, ada beberapa kemungkinan penyebabnya. Di antaranya, karena kencing atau pipis, buang kotoran dan ingi&lt;/span&gt;n segera diganti popoknya, air susu yang belum lancar, kondisi tali pusat bayi karena infeksi, atau ada gigitan serangga dan lain-lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bantuan dan dukungan suami sangat penting untuk memulihkan kondisi fisik dan mental istri. Misalnya, secara bergantian menjaga sang bayi. Kita contoh teladan Nabi Muhammad yang suka membantu istrinya. Diriwayatkan dari Aisyah, ia berkata:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;    "Rasulullah suka membantu pekerjaan istrinya. Dan jika tiba waktu shalat, beliau keluar untuk menjalankan shalat".1 &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Banyak dari kaum istri mendapati sebuah kebahagiaan, kesenangan dan ketenangan dalam menjalankan pekerjaan- pekerjaan rumah tangganya, manakala ia diteman&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;i dan dibantu oleh sang suami tercinta. Namun demikian, istri juga harus pintar merawat dan mengasuh anak, serta mengerjakan pekerjaan rumah tangga&lt;/span&gt; lainnya, sehingga tidak sering meminta bantuan suami, karena tugas suami yang utama adalah mencari nafkah untuk istri dan anak-anaknya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bisa terjadi, karena tidak ada saling pengertian dan pembagian tugas di antara suami istri, sehingga menimbulkan perselisihan dan percekcokan yang berakibat buruk, yaitu perceraian, karena istri tidak sabar merawat dan mengasuh bayi, ataupun sang suami sangat egois tidak mengerti kondisi istri yang kerepotan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kadang juga, karena kelelahan yang berkepanjangan dan emosi belum stabil, sang ibu akan serin&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;g marah dan jengkel melihat si kecil yang terlalu rewel. Hal ini akan berakibat kurang baik bagi bayi, juga bagi ibunya sendiri, karena ada gangguan hubungan s&lt;/span&gt;ecara psikologis antara ibu dan bayinya. Dan justru menyebabkan bayi bertambah rewel atau tidak tenang. Tentunya hal ini bisa dihindari dengan mencari penyebab kerewelan bayi tersebut, sehingga bisa segera diatasi bersama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Seorang ibu sebaiknya selalu penyabar dan penyayang terhadap keluarganya, karena Allah bersama orang-orang yang sabar. Dan Rasulullah menganjurkan kepada para wanita untuk selalu menyayangi anak-anaknya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sangat dianjurkan, apabila ibu terlalu letih pasca melahirkan, untuk segera mengkonsumsi ma&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;kanan dan minuman yang bergizi tinggi. Bila perlu, minumlah multivitamin atau suplemen makanan ataupun minuman. Usahakan untuk bisa beristirahat, meskipu&lt;/span&gt;n hanya sebentar. Dibolehkan juga meminta bantuan orang lain (khadimah) ataupun keluarga untuk mengurangi kerepotan keluarga. (dr. Ira).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;   1. Kado Pernikahan, Syaikh HafizhAli Syuaisyi', terjemahan, Pustaka al Kautsar, Juli 2005.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;   2. llmu Kebidanan dan Kandungan, Sarwono P, 1983. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25305282-114735466935703691?l=rofiq-inoenk4ever.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rofiq-inoenk4ever.blogspot.com/feeds/114735466935703691/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25305282&amp;postID=114735466935703691' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25305282/posts/default/114735466935703691'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25305282/posts/default/114735466935703691'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rofiq-inoenk4ever.blogspot.com/2006/05/memasuki-awal-kehidupan-berumah-tangga.html' title='Memasuki Awal Kehidupan Berumah Tangga'/><author><name>ainur rofiq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12171774174116815251</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25305282.post-114727481531614464</id><published>2006-05-10T08:17:00.000-07:00</published><updated>2006-05-10T08:29:27.486-07:00</updated><title type='text'>Bingung....Gak ngerti......</title><content type='html'>He he he, kali ini bukan tentang pernikahan....&lt;br /&gt;Saya hanya ingin mencurahkan perasaan saja....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak jarang saya mendapat sms atau mendapat telepon dari beberapa orang yang kebanyakan dari mereka menyatakan :&lt;br /&gt;"Fiq, kok smsku gak dibalas ? Lagi marah ya....? ya udah deh, saya gak akan telepon2 kamu lagi, takut ganggu !!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Fiq, kok smsku gak dibales? Maaf kalo ganggu ya....."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan lain sebagainya.................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang saya bertanya dalam hati......&lt;br /&gt;memang saya tidak membalas sms maupun telepon mereka......&lt;br /&gt;tapi, bukannya saya tidak mau membalas.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setiap kali saya meminta maaf atas tindakan saya itu, mereka pasti berkomentar :&lt;br /&gt;"udah, saya gak akan sms lagi kok, khan ntar bisa ganggu lagi...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam hati saya berucap :&lt;br /&gt;"Bukan !! bukan hal ini yang kuminta........!!!. Saya tidak bisa membalas sms atau telepon kalian bukan berarti saya terganggu akan hal tersebut......bukan.....&lt;br /&gt;Saya tidak berharap akan pengertian mereka, tapi, setidaknya saya punya alasan untuk hal tersebut.....&lt;br /&gt;apakah saya memang terkenal sebagai orang yang tidak peduli? entah, kadang saya bingung... apakah memang itu dah sifat saya...??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hemmmmmmmmmmmmmmmmm. Entah................&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25305282-114727481531614464?l=rofiq-inoenk4ever.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rofiq-inoenk4ever.blogspot.com/feeds/114727481531614464/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25305282&amp;postID=114727481531614464' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25305282/posts/default/114727481531614464'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25305282/posts/default/114727481531614464'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rofiq-inoenk4ever.blogspot.com/2006/05/bingunggak-ngerti.html' title='Bingung....Gak ngerti......'/><author><name>ainur rofiq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12171774174116815251</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25305282.post-114710141838002242</id><published>2006-05-08T08:10:00.000-07:00</published><updated>2006-05-08T08:16:58.386-07:00</updated><title type='text'>Menikah Tanpa Cinta</title><content type='html'>&lt;o:p style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Adakalanya sebuah pernika&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;h&lt;/span&gt;an terjadi tanpa dilandasi oleh cinta.Mereka berpendapat ba&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;hwa cinta &lt;/span&gt;itu bisa muncul setelah per&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;nikahan.Islam &lt;/span&gt;memandang bah&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;wa fak&lt;/span&gt;tor ketertarikan merupakan &lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;faktor y&lt;/span&gt;ang tidak bisa diabaikan begitu saja.Islam melarang seorang wali menikahkan seorang gadis tanpa persetujuannya&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt; dan meng&lt;/span&gt;halanginya un&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;tuk memilih lelaki &lt;/span&gt;yang disukainya seperti yang termuat dalam Al Qur'an dan al Hadist&lt;/span&gt;&lt;o:p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/o:p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;"Maka janga&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;nlah kamu (par&lt;/span&gt;a wali) menghalangi mereka kawin &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;dengan bakal suaminy&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;a" ( Al Baqarah &lt;/span&gt;ayat 232)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;"Dari Ibnu A&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;bbas ra , bah&lt;/span&gt;wa seorang wanita datang kepada na&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;bi saw&lt;/span&gt; , lalu ia memberitahukan bah&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;wa ayahn&lt;/span&gt;ya telah menikahkannya padahal ia tidak suka , lalu nabi saw memberikan hak ke&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;padanya untu&lt;/span&gt;k memilih (HR Abu Daud)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;Kare&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;na yan&lt;/span&gt;g menjalani sebuah pernik&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;ahan adalah ke&lt;/span&gt;dua pasangan itu bukanlah wali mereka.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;          &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;Selain itu seoran&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;g yang hen&lt;/span&gt;dak menikah hendaknyalah melihat dahulu calon pasangannya seperti termu&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;at dalam had&lt;/span&gt;is&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;"Ap&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;abila salah&lt;/span&gt; seorang dari kamu mem&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;inang seor&lt;/span&gt;ang wanita maka tidaklah dosa atasnya untuk melihat&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;nya , jika &lt;/span&gt;melihatnya itu untuk meminang , meskipun wanit&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;a itu tidak &lt;/span&gt;melihatnya "(HR Ahmad)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;            &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;Memang ben&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;ar dalam bebe&lt;/span&gt;rapa kasus , pasangan yang menikah tanpa didasari cinta bisa mempertahankan pernikahannya.Ta&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;pi apaka&lt;/span&gt;h hal ini selalu terjadi , bagaim&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;ana bila yan&lt;/span&gt;g terjadi adalah sebuah neraka pernikahan , kedua pasangan saling membenci dan sali&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;ng mencac&lt;/span&gt;i maki satu sama lain.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;                &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;Sebu&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;ah pernikah&lt;/span&gt;an dalam islam diharapka&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;n dapat me&lt;/span&gt;mayungi pasangan itu untuk menikmati kehidupan yang penuh cinta dan kasih sayang dengan mengikat diri dala&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;m sebuah perja&lt;/span&gt;njian suci yang diberikan Allah SWT. Karena itulah rasa cinta dan kasih sayang ini sud&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;ah sepant&lt;/span&gt;asnya merupakan hal yang harus diperhatikan sebelum kedua pasangan mengikat diri dalam pernikahan.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;Kare&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;na inilah sal&lt;/span&gt;ah satu kunci kebahagian yang hakiki dalam mensikapi problematika ru&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;mah tangga nan&lt;/span&gt;tinya.&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25305282-114710141838002242?l=rofiq-inoenk4ever.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rofiq-inoenk4ever.blogspot.com/feeds/114710141838002242/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25305282&amp;postID=114710141838002242' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25305282/posts/default/114710141838002242'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25305282/posts/default/114710141838002242'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rofiq-inoenk4ever.blogspot.com/2006/05/menikah-tanpa-cinta.html' title='Menikah Tanpa Cinta'/><author><name>ainur rofiq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12171774174116815251</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25305282.post-114710076572933210</id><published>2006-05-08T08:03:00.000-07:00</published><updated>2006-05-08T08:06:05.736-07:00</updated><title type='text'>Keluarga Ideal</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: center; font-weight: bold; color: rgb(153, 153, 0);" class="MsoNormal"&gt;"&lt;i style=""&gt;Allah merahmati seorang wanita yang bangun malam kemudian mengerjakan shalat dan membangunkan suaminya, maka suaminyapun menegerjakan shalat. Jika suaminya menolak bangun, ia percikkan air pada wajahnya.&lt;/i&gt;" &lt;span style="font-size:130%;"&gt;(HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold; color: rgb(153, 153, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center; font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; color: navy;"&gt;H&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;adits ini bisa dipelajari dari berbagai sudut. Dari sudut kehidupan rumah tangga, jelas nampak betapa sebuah keluarga harus dibangun atas dasar keimanan yang kuat. Hanya keluarga yang imannya kuat saja yang mampu melaksanakan hadits ini. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Tonggak utama keluarga adalah suami istri. Kedua unsur ini harus memiliki bobot keimanan yang sama, sehingga ada keharmonisan dalam mengayuh sebuah kendaraan yang mesti melalui berbagai belokan dan tanjakan. Pertama yang harus sama adalah imannya, baru kemudian yang lainnya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;Tentu saja hal ini harus dimulai dari sejak pemilihan calon suami atau istri. Yang harus sekufu (seimbang) pertama kali adalah visi, missi, cita-cita, ideologi, yang terangkum dalam kualitas imannya. Soal tingkat pendidikan, harta kekayaan, status sosial, latar belakang, kecantikan dan ketampanan, sekalipun tetap patut dijadikan pertimbangan namun bukan yang nomor satu. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Memang benar bahwa dalam soal ibadah masing-masing individu menanggung beban dan pahala atau siksa yang sama. Ibadahnya suami tidak bisa ditransfer untuk istrinya, demikian juga sebaliknya. Apa yang dikerjakan oleh suami adalah untuk suami, sedang yang diperbuat oleh istri -baik atau buruk- adalah untuk istri. Dalam kaitan ini suami istri punya kedudukan yang sama. Allah berfirman: "&lt;/span&gt;&lt;i style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Barangsiapa mengerjakan amal shalih, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.&lt;/i&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;" (QS. An-Nahl: 97)&lt;/span&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;Lewat hadits di atas, Islam juga menolak gagasan bahwa surga dan nerakanya istri itu tergantung pada suaminya. Ajaran Islam secara tegas menyatakan bahwa seseorang hanya menanggung apa yang diperbuatnya. Di luar itu adalah tanggungan orang lain. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;"&lt;/span&gt;&lt;i style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya.&lt;/i&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;" (QS. Al-Baqarah: 286)&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;Bahkan suami istri tidak bisa saling menolong pada hari perhitungan. Demikian juga anak tidak bisa menolong orang tuanya atau sebaliknya, apalagi harta benda. Allah menggambarkan dalam surah Asy-Syu'ara: 88, bahwa pada hari kiamat itu tidak lagi bermanfaat harta maupun anak-anak. Masing-masing orang bertanggung jawab atas dirinya sendiri. Ayah, ibu, anak adalah hubungan fungsional, yang masing-masing akan mempertanggungjawabkan fungsinya sendiri-sendiri kelak di hadapan Allah. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Kesempatan untuk saling menolong itu justru ada dan terbuka luas semasa hidup di dunia. Malahan pernikahan, hubungan suami istri dan hubungan kekeluargaan diadakan untuk tujuan saling menolong ini. Suami menolong istri, istri menolong suami, orang tua menolong anak, dan sebaliknya, anak menolong orang tua. Di sini terjadi interaksi, bahkan interdependensi. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;Tolong-menolong itu tidak sebatas pada masalah-masalah duniawi, tapi juga pada masalah ukhrawi. Dalam hal ibadah, suami istri perlu saling membantu. Jika istri dalam keadaan lalai, maka suami yang mengingatkan. Sebaliknya, jika suami yang lalai, maka istri berkewajiban untuk meluruskan. &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; mekanisme taushiyah yang hidup sepanjang hari. Allah berfirman: "&lt;i style=""&gt;Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka&lt;/i&gt;." (QS. At-Tahrim: 6) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Salah satu aspek penjagaan yang tangguh adalah terbangunnya lembaga taushiyah, di mana suami bisa mengingatkan istri dan istri bisa menegur suami. Demikian juga orang tua bisa membimbing anak, dan anak bisa berdialog dengan orang tua. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;Lembaga ini mutlak adanya, sebab selamanya manusia tidak pernah ma'shum. Artinya, peluang untuk berbuat maksiat selalu saja ada. Lembaga taushiyah harus terus-menerus dibangun dan diperjuangkan oleh semua unsur rumah tangga. Dengan demikian, teguran ringan sampai teguran yang keras sekalipun tetap bisa diterima. Bahkan menjadi budaya. Lembaga ini dihormati dan dijunjung tinggi, sehingga semua unsur yang ada -ayah, ibu, anak- taat asas. Tidak ada yang membangkang atau tersinggung. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Hadits di atas menggambarkan sebuah keluarga yang di dalamnya telah hidup lembaga taushiyah, sehingga sampai pada ibadah sunnah atau ibadah tambahan (nafilah), mereka tetap saling mengingatkan. Jika terhadap yang sunnah saja mereka bisa saling mengingatkan, apalagi terhadap yang wajib. Jika untuk membangunkan shalat malam saja mereka bisa sampai memercikkan air ke wajahnya, apalagi untuk membangunkan shalat shubuh. Tanggung jawab akhirat ternyata harus dipikul bersama oleh semua unsur keluarga. Meskipun suami menjadi kepala rumah tangga, tapi istri tidak boleh pasif. Kontrol istri tetap harus jalan. Semua harus aktif partisipatif dalam membangun kehidupan dunia dan akhirat.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;Keluarga ideal selalu membagi waktu malamnya menjadi tiga bagian. Sepertiga malam pertama digunakan untuk bercengkerama dengan keluarga, sepertiga malam kedua dipakai untuk istirahat, tidur, sedang sepertiga malam terakhir dimanfaatkan untuk menyambung hubungan dengan pencipta-Nya, shalat malam. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Pembagian ini sangat adil, sebab semua kebutuhan bisa terpenuhi. Hak keluarga bisa diberikan, hak pribadi jalan, dan hak Allah juga terlaksanakan. Inilah sebuah model kehidupan yang harmonis dan berkeadilan.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;Alangkah indahnya rumah tangga seperti ini. Sebuah keluarga yang hidup bahagia dalam ridha Allah swt.&lt;/p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25305282-114710076572933210?l=rofiq-inoenk4ever.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rofiq-inoenk4ever.blogspot.com/feeds/114710076572933210/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25305282&amp;postID=114710076572933210' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25305282/posts/default/114710076572933210'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25305282/posts/default/114710076572933210'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rofiq-inoenk4ever.blogspot.com/2006/05/keluarga-ideal.html' title='Keluarga Ideal'/><author><name>ainur rofiq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12171774174116815251</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25305282.post-114709932395197169</id><published>2006-05-08T07:38:00.000-07:00</published><updated>2006-05-08T07:45:34.280-07:00</updated><title type='text'>Pasangan Hidup</title><content type='html'>&lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoPlainText"&gt;Suatu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ketika, ada seorang pedagang kaya yang mempunyai 4 orang istri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoPlainText"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p style="color: rgb(255, 102, 0); font-weight: bold;" class="MsoPlainText"&gt;Dia mencintai istri yang keempat, dan menganugerahinya harta dan kesenangan yang banyak. Sebab, dialah yang tercantik diantara semua istrinya. Pria ini selalu memberikan yang terbaik buat istri keempatnya ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(255, 102, 0); font-weight: bold;" class="MsoPlainText"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoPlainText"&gt;Pedagang itu juga mencintai istrinya yang ketiga. Dia sangat bangga dengan istrinya ini, dan selalu berusaha untuk memperkenalkan wanita ini kepada semua temannya. Namun, ia juga selalu khawatir kalau istrinya ini akan lari dengan pria yang lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoPlainText"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;          &lt;p style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);" class="MsoPlainText"&gt;Begitu juga dengan istri yang kedua. Ia pun sangat menyukainya. Ia adalah istri yang sabar dan pengertian. Kapanpun pedagang ini mendapat masalah, dia selalu meminta pertimbangan istrinya ini. Dialah tempat bergantung. Dia selalu menolong dan mendampingi suaminya, melewati masa-masa yang sulit.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoPlainText"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;            &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoPlainText"&gt;Sama halnya dengan istri yang pertama. Dia adalah pasangan yang sangat setia. Dia selalu membawa perbaikan bagi kehidupan keluarga ini. Dia lah yang merawat dan mengatur semua kekayaan dan usaha sang suami. Akan tetapi, sang pedagang, tak begitu mencintainya. Walaupun sang istri pertama ini begitu sayang padanya, namun, pedagang ini tak begitu mempedulikannya.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;                  &lt;p style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);" class="MsoPlainText"&gt;Suatu ketika, si pedagang sakit. Lama kemudian, ia menyadari, bahwa ia akan segera meninggal. Dia meresapi semua kehidupan indahnya, dan berkata dalam hati. "Saat ini, aku punya 4 orang istri. Namun, saat aku meninggal, aku akan sendiri. Betapa menyedihkan jika aku harus hidup sendiri." Lalu, ia meminta semua istrinya datang, dan kemudian mulai bertanya pada istri keempatnya. "Kaulah yang paling kucintai, kuberikan kau gaun dan perhiasan yang indah. Nah, sekarang, aku akan mati, maukah kau mendampingiku dan menemaniku? Ia terdiam. "Tentu saja tidak, "jawab istri keempat, dan pergi begitu saja tanpa berkata-kata lagi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoPlainText"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;              &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoPlainText"&gt;Jawaban itu sangat menyakitkan hati. Seakan-akan, ada pisau yang terhunus dan mengiris-iris hatinya. Pedagang yang sedih itu lalu bertanya pada istri ketiga. "Akupun mencintaimu sepenuh hati, dan saat ini, hidupku akan berakhir. Maukah kau ikut denganku, dan menemani akhir hayatku? Istrinya menjawab, Hidup begitu indah disini. Aku akan menikah lagi jika kau mati. Sang pedagang begitu terpukul dengan ucapan ini. Badannya mulai merasa demam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;              &lt;p style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);" class="MsoPlainText"&gt;Lalu, ia bertanya pada istri keduanya. "Aku selalu berpaling padamu setiap kali mendapat masalah. Dan kau selalu mau membantuku. Kini, aku butuh sekali pertolonganmu. Kalau ku mati, maukah kau ikut dan mendampingiku? Sang istri menjawab pelan. "Maafkan aku," ujarnya "Aku tak bisa menolongmu kali ini. Aku hanya bisa mengantarmu hingga ke liang kubur saja. Nanti, akan kubuatkan makam yang indah buatmu. Jawaban itu seperti kilat yang menyambar. Sang pedagang kini merasa putus asa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);" class="MsoPlainText"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;              &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoPlainText"&gt;Tiba-tiba terdengar sebuah suara.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;"Aku akan tinggal denganmu. Aku akan ikut kemanapun kau pergi. Aku, tak akan meninggalkanmu, aku akan setia bersamamu. Sang pedagang lalu menoleh ke samping, dan mendapati istri pertamanya disana. Dia tampak begitu kurus. Badannya tampak seperti orang yang kelaparan. Merasa menyesal, sang pedagang lalu bergumam, "Kalau saja, aku bisa merawatmu lebih baik saat ku mampu, tak akan kubiarkan kau seperti ini, istriku."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoPlainText"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoPlainText"&gt;***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoPlainText"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;          &lt;p style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);" class="MsoPlainText"&gt;Teman, sesungguhnya kita punya 4 orang istri dalam hidup ini. Istri yang keempat, adalah tubuh kita. Seberapapun banyak waktu dan biaya yang kita keluarkan untuk tubuh kita supaya tampak indah dan gagah, semuanya akan hilang. Ia akan pergi segera kalau kita meninggal. Tak ada keindahan dan kegagahan yang tersisa saat kita menghadap-Nya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoPlainText"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;            &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoPlainText"&gt;Istri yang ketiga, adalah status sosial dan kekayaan. Saat kita meninggal, semuanya akan pergi kepada yang lain. Mereka akan berpindah, dan melupakan kita yang pernah memilikinya. Sedangkan istri yang kedua, adalah kerabat dan teman-teman. Seberapapun dekat hubungan kita dengan mereka, mereka tak akan bisa bersama kita selamanya. Hanya sampai kuburlah mereka akan menemani kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoPlainText"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;              &lt;p style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);" class="MsoPlainText"&gt;Dan, teman, sesungguhnya, istri pertama kita adalah jiwa dan amal kita. Mungkin, kita sering mengabaikan, dan melupakannya demi kekayaan dan kesenangan pribadi. Namun, sebenarnya, hanya jiwa dan amal kita sajalah yang mampu untuk terus setia dan mendampingi kemanapun kita melangkah. Hanya amal yang mampu menolong kita di akhirat kelak. Jadi, selagi mampu, perlakukanlah jiwa dan amal kita dengan bijak. Jangan sampai kita menyesal belakangan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25305282-114709932395197169?l=rofiq-inoenk4ever.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rofiq-inoenk4ever.blogspot.com/feeds/114709932395197169/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25305282&amp;postID=114709932395197169' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25305282/posts/default/114709932395197169'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25305282/posts/default/114709932395197169'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rofiq-inoenk4ever.blogspot.com/2006/05/pasangan-hidup.html' title='Pasangan Hidup'/><author><name>ainur rofiq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12171774174116815251</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25305282.post-114408208654909292</id><published>2006-04-03T09:31:00.000-07:00</published><updated>2006-05-08T07:57:14.573-07:00</updated><title type='text'>Pernikahan Tempat Bermuaranya Cinta</title><content type='html'>&lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p style="color: rgb(255, 102, 0); font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;"Tidak terlihat diantara dua orang yang saling mencintai&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(255, 102, 0); font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;(sesuatu yang sangat menyenangkan) seperti pernikahan"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;(Sunan Ibnu Majah)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;Pernikahan dalam islam merupakan sebuah kewajiban&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;bagi yang mampu.Dan bagi insan manusia yang saling&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;menyintai pernikahan seharusnyalah menjadi tujuan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;utama mereka.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);" class="MsoNormal"&gt;Karena itulah percintaan yang tidak mengarah kepada&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);" class="MsoNormal"&gt;pernikahan bahkan disertai hal-hal yang diharamkan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);" class="MsoNormal"&gt;agama sangat tidak disarankan oleh islam.Cinta dalam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);" class="MsoNormal"&gt;pandangan islam bukanlah hanya sebuah ketertarikan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);" class="MsoNormal"&gt;secara fisik , dan bukan pula pembenaran terhadap&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);" class="MsoNormal"&gt;perilaku yang dilarang agama.Karena hal ini bukanlah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);" class="MsoNormal"&gt;cinta melainkan sebuah lompatan birahi yang besar saja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);" class="MsoNormal"&gt;yang akan segera pupus.Karena itu cinta memerlukan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);" class="MsoNormal"&gt;kematangan dan kedewasaan untuk membahagiakan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);" class="MsoNormal"&gt;pasangannya bukan menyengsarakannya dan bukan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);" class="MsoNormal"&gt;juga menjerumuskannya ke jurang maksiat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;Percintaan tanpa didasarkan oleh tujuan hendak menikah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;adalah sebuah perbuatan maksiat yang diharamkan oleh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;agama.Karena batas antara cinta dan nafsu birahi pada&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;dua orang manusia yang saling menyintai sangatlah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;tipis sehingga pernikahan adalah sebuah obat yang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;sangat tepat untuk mengobatinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);" class="MsoNormal"&gt;Pernikahan adalah sebuah perjanjian suci yang menjadikan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);" class="MsoNormal"&gt;Allah SWT sebagai pemersatunya.Dan tidak ada yang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);" class="MsoNormal"&gt;melebihi ikatan ini.Dan inilah puncak segala kenikmatan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);" class="MsoNormal"&gt;cinta itu dimana kedua orang yang saling menyinta itu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);" class="MsoNormal"&gt;memilih untuk hidup bersama dan saling berjanji untuk&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);" class="MsoNormal"&gt;saling mengasihi dan berbagi hidup baik suka maupun&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;duka.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25305282-114408208654909292?l=rofiq-inoenk4ever.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rofiq-inoenk4ever.blogspot.com/feeds/114408208654909292/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25305282&amp;postID=114408208654909292' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25305282/posts/default/114408208654909292'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25305282/posts/default/114408208654909292'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rofiq-inoenk4ever.blogspot.com/2006/04/pernikahan-tempat-bermuaranya-cinta.html' title='Pernikahan Tempat Bermuaranya Cinta'/><author><name>ainur rofiq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12171774174116815251</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
